
Oleh : Siti Hayati Zakiyah
SALAM: Langkah Awal Generasi Muslim Berilmu dan Berakhlak Mulia
Kegiatan bertajuk “SALAM” sukses diselenggarakan pada 17-18 Januari 2025, bertempat di Kampus SMAIA 17 Karawang. Acara ini dirancang untuk membentuk generasi Muslim yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia. Dengan menghadirkan pemateri-pemateri berpengalaman dari Al-Azhar Training Center (ATC), kegiatan ini menjadi momen berharga bagi para peserta didik kelas X SMAIA 17.
Pemateri Berpengalaman
Tiga pemateri utama dihadirkan dalam acara ini, yaitu Agus Manjaya, S.Ag, Erlan Munawar Sodik, S.Kom, dan Hasna Nur Raini. Ketiganya telah lebih dari satu dekade aktif membina murid-murid di lingkungan Al-Azhar secara nasional. Berlokasi di Ruang Perpustakaan SMAIA 17, kegiatan diawali dengan perkenalan mentor dan pengenalan konsep SALAM sebagai langkah awal pembentukan generasi Muslim yang berkarakter.
Materi Berfokus pada Implementasi Islam
Hari pertama kegiatan diisi dengan berbagai materi yang aplikatif. Para peserta dikenalkan pada “7 Sunnah Harian Rasulullah SAW”, sebuah materi yang mengupas kebiasaan sehari-hari Nabi Muhammad SAW yang dapat menjadi teladan dalam kehidupan modern. Tidak hanya teori, para peserta juga diajak mempraktikkan pengurusan jenazah. Simulasi ini menggunakan manekin yang dibawa langsung oleh tim mentor, memberikan pengalaman kontekstual yang mendalam bagi para peserta didik.
Erlan menekankan pentingnya pemahaman pengurusan jenazah, mengingat kematian adalah kepastian dalam hidup. Menurutnya, pengetahuan ini memungkinkan anak-anak menjadi pihak yang mampu mengantarkan orang tua mereka ke peristirahatan terakhir sebagaimana harapan setiap orangtua. Agus turut memuji murid-murid SMAIA 17 atas keluhuran adab yang mereka tunjukkan, bahkan menyebut sekolah ini layak untuk menjadi sekolah percontohan adab di lingkup pendidikan Al Azhar nasional.

Miniatur Pesantren dalam Kegiatan SALAM
SALAM dirancang sebagai implementasi dari konsep pesantren yang diadaptasi menjadi kegiatan singkat selama dua hari satu malam. Dengan pendekatan ini, SMAIA 17 menghadirkan suasana miniatur pesantren yang tetap efektif membentuk karakter siswa. Agus Manjaya dalam pemateriannya, menekankan pentingnya keteladanan Rasulullah SAW dalam menjaga hati dan membangun akhlak mulia.
Penutupan dengan Kebersamaan
Pada hari kedua, peserta didik diajak untuk terlibat dalam kegiatan senam outbound dan berbagai permainan kelompok. Aktivitas ini dirancang untuk memperkuat kekompakan dan kerja sama antar siswa. Rangkaian kegiatan SALAM diakhiri dengan penyerahan simbolis “santri” dari pihak Pusdiklat ke pihak sekolah, sebagai tanda penutupan acara yang penuh makna.
Apresiasi untuk Peserta Didik
Penyelenggara turut memberikan apresiasi kepada para peserta didik yang menunjukkan prestasi terbaik selama kegiatan berlangsung. Hal ini menjadi motivasi tambahan bagi siswa untuk terus mengasah ilmu dan memperbaiki akhlak. Beberapa kategori apresiasi adalah Peserta dengan Adzan dan Iqomah Terbaik, Peserta Terfavorit, Kultum Terbaik, serta Kelompok Terfavorit.
Dengan terselenggaranya SALAM, SMAIA 17 Karawang kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi Muslim yang berilmu dan berakhlak mulia, sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW. Acara ini diharapkan menjadi awal dari langkah panjang menuju pembentukan generasi yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan umat.
