
SMA Islam Al-Azhar 17 kembali menggelar salah satu agenda tahunan yang penuh makna dan keberkahan, yaitu Wisuda Khotmul Quran Kelas XII, dengan mengusung tagline “Kuatkan Iman, Hidupkan Hati, dengan Al-Quran.” Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi penanda kedekatan para siswa dengan kalamullah, serta bukti nyata dari pendidikan karakter berbasis spiritual yang diterapkan oleh SMAIA 17. Bertempat di Masjid Raya Al Azhar Karawang, acara ini berlangsung dari pukul 08.00-11.00 WIB.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Dibuka dengan penampilan Marawis, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran dan saritilawah, lalu disusul sambutan dari berbagai pihak. Bapak Hermanto Daifu, S.Pd., MM., Kepala Sekolah SMAIA 17, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian siswa, serta komitmen sekolah dalam mencetak generasi Qurani yang unggul dan berakhlak mulia. Sambutan juga datang dari Ketua Jamiyyah, Ibu Zurotun Ro’ya, dan wakil orang tua murid, Ibu Tuty Gustina, A.Md., yang menyampaikan kebanggaan dan rasa syukur atas pencapaian anak-anak mereka. Perwakilan guru, Bapak Sugih Nugraha, S.Pd. Gr., menyampaikan bahwa khataman ini adalah awal dari perjalanan besar dalam menghidupkan nilai-nilai Quran sepanjang hayat.
Puncak acara adalah khataman Al-Quran metode binnadzar, di mana setiap siswa membaca masing-masing satu juz dalam waktu bersamaan bersamaan. Setelah pembacaan ayat usai, prosesi wisuda khataman Al-Quran dilakukan. Setiap wisudawan menerima sertifikat penghargaan dari sekolah, disusul dengan dipanggilnya beberapa murid berprestasi. Acara selanjutnya adalah pembacaan doa khataman yang menambah keheningan dan kekhusyukan suasana. Momen paling menyentuh adalah sesi Renungan Quran, ketika siswa duduk berhadapan langsung dengan orang tua mereka. Dalam suasana syahdu, mereka saling meminta maaf, memohon restu, dan saling memanjatkan doa, sebagai bekal menuju perjalanan akademik dan kehidupan yang lebih tinggi. Tangisan dan pelukan menyelimuti ruangan, menjadi pengingat kuatnya cinta dalam ikatan ruhani anak dan orang tua.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan dokumentasi bersama, yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
