
Senin, 15 Desember 2025 SMA Al Azhar 17 Karawang menyelenggarakan kegiatan Pangaweruh (Pameran Gelar Karya Berwawasan dan Berpengaruh) sebagai wujud aktualisasi pembelajaran kontekstual dan kolaboratif antarkelas. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian field trip yang sebelumnya telah dilaksanakan, dengan mengintegrasikan demo sains serta presentasi hasil traveling research ke dalam satu agenda pameran edukatif.
Kegiatan diawali dengan presentasi Demo Sains oleh murid kelas X. Secara bergiliran, setiap kelompok mempresentasikan hasil temuan mereka yang merepresentasikan pengalaman belajar selama kunjungan ke Pudak PT Scientific. Berbagai eksperimen menarik ditampilkan, mulai dari demonstrasi memegang api, keseimbangan benda, perubahan warna betadine dan vitamin C, membaca tulisan tersembunyi pada kertas, hingga simulasi gempa bumi menggunakan prinsip resonansi.

Suasana presentasi terasa hidup karena murid kelas X tidak hanya memaparkan hasil pengamatan, tetapi juga mengajak partisipan untuk terlibat langsung dalam demonstrasi. Interaksi ini membuat proses pembelajaran terasa lebih bermakna dan komunikatif. Setelah sesi pemaparan, para panelis yang terdiri dari Pak Sugih, Pak Dedi, dan Bu Ratih memberikan pertanyaan, masukan, serta apresiasi terhadap kinerja tiap kelompok. Pada sesi ini, Kelompok Ghifary dan Kelompok Najla terpilih sebagai kelompok terbaik dan memperoleh hadiah langsung dari panelis atas kreativitas serta penguasaan materi yang ditampilkan.

Menjelang pukul 10.00 WIB, murid diberikan waktu istirahat sebelum kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran drama musikal sejarah oleh kelas XII, yang menjadi bagian dari Pangaweruh kelas XII.
Penampilan pertama mengangkat tema peristiwa G30S PKI, disajikan dalam bentuk drama musikal yang sarat nilai historis. Suasana semakin khidmat dengan pembacaan puisi G30S PKI oleh Filza, kemudian ditutup dengan lagu “Gugur Pahlawan” yang dinyanyikan oleh seluruh murid kelas XII-1. Lagu tersebut diiringi alunan piano oleh Meyza dan petikan gitar oleh Sheva, menciptakan nuansa reflektif dan nasionalis.
Pada penampilan ini, murid kelas XI mendapatkan tugas analisis yang meliputi nilai-nilai musik, fungsi musik, unsur estetika, serta unsur etika dari pertunjukan yang disaksikan. Penampilan kedua ditampilkan oleh kelas XII-2 yang mengangkat tema Peristiwa Reformasi. Pada penampilan kedua ini, penonton dibawa hanyut oleh romantisme kisah yang dibawakan oleh Ruby dan Farras selaku mahasiswa Chindo yang menjadi korban penjarahan pada masa Reformasi, namun tetap mendukung penuh keadilan dan hak-hak rakyat yang terabaikan.
Sementara penampilan ketiga dari kelas XII-3, mengisahkan sejarah Indonesia di era kekinian sekaligus mengangkat isu-isu yang sedang ramai diberitakan baru-baru ini seperti kelapa sawit, demo besar-besaran terhadap DPR, serta konstelasi politik yang sempat ramai. Menariknya adalah, pembawaan drama musikal dari kelas XII-3 ini menampilkan POV sejarah dengan kemasan yang berbeda seakan penonton diajak terlibat dalam perputaran waktu yang dibawa oleh Senja (Reva) dan Sang Jurnalis (Zahratusyita) yang resah dengan keadaan Indonesia hari ini. Penampilan tari dari Shaney dan pembacaan Monolog dari Noval, juga turut menambah kekayaan dan keragaman drama.

Setelah dzuhur, anak-anak kembali dikumpulkan untuk mendengarkan hasil Traveling Research kelas XI sebagai hasil kunjungan mereka ke Rumah Keju. Secara bergiliran, setiap kelompok di kelas XI mempresentasikan beberapa hal seperti:
Media promosi yang dimanfaatkan oleh Rumah Keju dalam memasarkan produknya.
Daya tarik dan kejelasan pesan media terhadap konsumen.
Upaya peningkatan efektivitas promosi, baik dari segi konten, visual, maupun jangkauan.
Sebagai contoh, produk Rumah Keju dianalisis berdasarkan keberadaannya di platform online maupun penjualan offline, sehingga murid dapat memahami keterkaitan antara sejarah, seni, dan praktik ekonomi kreatif secara nyata. Tak ketinggalan, Bu Nopi, Pak Miftah, dan Pak Didin sekalu panelis – turut membersamai kelas XI dalam presentasinya. Sebagai penonton, kelas X bukan hanya diberikan tugas untuk melakukan dokumentasi, tetapi juga refleksi sebagai gambaran Traveling Research yang juga akan mereka lakukan di kelas XI mendatang.

Melalui Pangaweruh, SMA Al Azhar 17 Karawang tidak hanya menghadirkan pameran karya, tetapi juga menumbuhkan profil pelajar yang kreatif, kolaboratif, komunikatif, dan bernalar kritis. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang bermakna, menghubungkan pengalaman lapangan dengan refleksi akademik serta ekspresi seni yang berwawasan dan berpengaruh.
Penasaran dengan keseruannya? Yuk cek reels instagram kita!
https://www.instagram.com/reel/DSTki1rkmlb/?igsh=bGp3czlkcDJnOHU1
Penasaran juga dengan Agenda Pangaweruh di Tahun Sebelumnya? Cek juga berita kita disini yaaa…
https://smaia17.al-azhar.sch.id/pameran-karya-berpengaruh-wujud-nyata-profil-pelajar-pancasila/
