
PANGALENGAN — Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Pada Senin, 28 September 2026, murid kelas X SMA Islam Al Azhar 17 Karawang mengikuti Traveling Research dengan mengunjungi KPBS Pangalengan dan Situ Cileunca. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi murid untuk melihat secara langsung bagaimana konsep dan pengetahuan yang dipelajari di sekolah diterapkan dalam kehidupan nyata.
Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke KPBS Pangalengan. Sebelum memasuki area kegiatan, murid mendapatkan pengarahan dari Bapak Ma’mur Ihsani, S.Pd. mengenai pentingnya menjaga adab selama kegiatan berlangsung.
“Ilmu yang dipelajari di sekolah ada manfaatnya. Disini kalian belajar fisika dari alat-alatnya atau kimia untuk pembuatan produknya. Anak Al-Azhar tidak boleh berisik, yang dijaga nomor satu adalah adab. Tidak boleh ada kata-kata yang tidak baik didengar dan tidak boleh asal bertanya.”
Pesan tersebut menjadi bekal bagi murid sebelum melakukan observasi dan wawancara di lingkungan pabrik. Selain memahami proses produksi, murid juga belajar bahwa kegiatan penelitian dan pembelajaran di lapangan harus berjalan beriringan dengan sikap santun, disiplin, tanggung jawab, dan etika komunikasi.
Melihat Langsung Perjalanan Susu hingga Produk Siap Konsumsi

Di KPBS Pangalengan, murid mendapatkan penjelasan dari Sinta Zaelani, tim Marketing KPBS Pangalengan, mengenai proses pengolahan dan distribusi susu.
KPBS Pangalengan merupakan koperasi yang menjadi bagian dari rantai pengumpulan dan pengolahan susu. Murid diperkenalkan pada area pabrik serta alur susu yang diserahkan dari koperasi sebelum kemudian masuk ke proses pengolahan dan distribusi.
Salah satu hal yang menarik perhatian murid adalah bagaimana susu dari anggota koperasi dapat memiliki nilai ekonomi setelah melalui berbagai tahapan pengolahan. Dalam kegiatan ini, murid mengamati proses produksi sekaligus menggali informasi mengenai faktor produksi, rantai nilai, hingga jalur distribusi produk.
Hal tersebut selaras dengan tugas dalam LKPD yang mengajak murid menganalisis bagaimana susu sapi segar sebagai bahan baku diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan siap dipasarkan seperti yoghurt, keju mozarella, dan susu pasteurisasi. Sekaligus, menelusuri rantai pasok hingga sampai kepada konsumen.
Dari Pasteurisasi hingga Yogurt

Dalam pemaparannya, Sinta Zaelani juga menjelaskan berbagai proses pengolahan susu, termasuk pasteurisasi dan pembuatan produk olahan susu.
Murid diperkenalkan pada susu murni serta proses pengolahan setelah pasteurisasi. Salah satu produk yang dipelajari adalah yogurt yang melalui proses fermentasi dengan menggunakan kultur starter hingga menghasilkan produk olahan dengan karakteristik yang berbeda dari susu awal.
Selain itu, murid memperoleh gambaran mengenai proses pengemasan menggunakan mesin filling cup serta penyesuaian produksi dengan kebutuhan pasar. Produk juga dapat didistribusikan untuk memenuhi permintaan berbagai pihak, termasuk kerja sama dengan sejumlah dapur MBG.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata bahwa sebuah produk tidak berhenti pada proses produksi. Di dalamnya terdapat rangkaian kegiatan mulai dari bahan baku, pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga konsumen.
Satu Kegiatan, Banyak Perspektif Pembelajaran
Traveling Research dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan kunjungan, tetapi sebagai pembelajaran lintas disiplin. Murid diarahkan untuk mengamati berbagai fenomena dari perspektif yang berbeda.
Dalam perspektif sosiologi, murid mengamati interaksi sosial, pembagian kerja, pola komunikasi antara pekerja, serta hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar.
Dari perspektif agama, murid diajak memperhatikan prinsip halal dan thayyib, etika bisnis, serta nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, kebersihan, dan tanggung jawab dalam aktivitas kerja.
Sementara dari perspektif geografi, murid menganalisis interaksi keruangan antara pabrik dengan wilayah sekitar maupun wilayah pemasaran produk. Mereka juga diarahkan untuk mengamati bagaimana limbah produksi dikelola agar tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
Pembelajaran juga terintegrasi dengan Bahasa Inggris melalui penyusunan Procedure Text, seni musik melalui pengamatan sumber bunyi di lingkungan pabrik, serta administrasi melalui pengamatan proses pencatatan Quality Control, tanggal kedaluwarsa, dan batch number produk.
Dengan demikian, satu kunjungan ke lingkungan industri dapat menjadi ruang belajar bagi berbagai mata pelajaran sekaligus.
Belajar di Luar Kelas, Menguatkan Karakter
Traveling Research memberikan pengalaman kepada murid untuk belajar melalui observasi langsung, wawancara, pencatatan informasi, dan kerja kelompok. Tata tertib kegiatan juga menekankan pentingnya mengamati proses produksi, mencatat penjelasan pemandu, melakukan wawancara, serta menjaga etika sikap dan bicara selama berada di lokasi.
Setelah kegiatan di pabrik susu, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi kegiatan berikutnya di kawasan Situ Cileunca. Berdasarkan rundown kegiatan, perjalanan menuju kegiatan outbound dilanjutkan dengan waktu ISHOMA dan kegiatan outbound sebelum persiapan kepulangan ke sekolah.
Melalui Traveling Research, murid tidak hanya membawa pulang informasi tentang bagaimana susu diproduksi dan didistribusikan. Mereka juga mendapatkan pengalaman bahwa ilmu pengetahuan memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sementara proses belajar dapat berlangsung melalui interaksi langsung dengan lingkungan, masyarakat, dan dunia kerja.
Pada akhirnya, Traveling Research menjadi sebuah perjalanan untuk melihat, bertanya, mengamati, menganalisis, dan belajar dengan tetap mengutamakan adab—sejalan dengan semangat pendidikan SMA Islam Al Azhar 17 Karawang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid.
Penasaran dengan keseruan agenda selanjutnya? Yuk lihat disini!
Sekolah SMA Terbaik di Kabupaten Karawang dan Galuh Mas
Lingkungan sekolah yang baik bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademik. Sekolah juga menjadi tempat murid tumbuh, mengenal potensi diri, membangun karakter, dan belajar menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan nyata.
Bagi orang tua yang sedang mencari sekolah SMA terbaik di Kabupaten Karawang dan Galuh Mas, program pengembangan soft skills, kemampuan berpikir kritis, serta kepemimpinan murid dapat menjadi salah satu aspek penting dalam memilih lingkungan pendidikan bagi Ananda.
Yuk, Bergabung Bersama SMA Islam Al Azhar 17 Karawang
Ingin Ananda tumbuh di lingkungan sekolah yang tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga melatih keberanian, kemampuan komunikasi, karakter, dan jiwa kepemimpinan?
PMB SMA Islam Al Azhar 17 Karawang telah dibuka.
Temukan berbagai program akademik dan pengembangan diri yang dirancang untuk membantu murid mengenali potensi serta mempersiapkan masa depan mereka.
Daftarkan Ananda melalui PMB SMA Islam Al Azhar 17 Karawang dan tumbuh bersama lingkungan belajar yang aktif, Islami, nyaman, dan mendukung pengembangan potensi murid.
Kenali lebih dekat SMA Islam Al Azhar 17 Karawang dan temukan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik, karakter, serta nilai-nilai keislaman murid.
WhatsApp/Call: 082210104259
Website: https://smaia17.al-azhar.sch.id/
Instagram: https://www.instagram.com/smaialazhar17/?hl=en
Alamat: Sekolah Al Azhar Karawang, Jl. Arteri Galuh Mas Raya, Desa Puseurjaya, Kec. Telukjambe Timur Karawang 41361
