
Karawang – Kegiatan khatmul quran dilaksanakan di Masjid Raya Puri Telukjambe pada pagi hari. Suasana khidmat seketika berubah menjadi lautan air mata. Bukan karena kesedihan, melainkan karena getaran rindu dan permohonan restu yang tumpah dalam acara Khatmul Quran dan Doa Bersama yang digelar oleh SMA Islam Al Azhar 17 Karawang pada hari Jumat, 06 Februari 2026. Acara yang awalnya berjalan tenang dengan lantunan ayat suci Al-Quran dari para murid kelas 12 ini mencapai puncak emosionalnya saat memasuki sesi “Simpuhan Bakti”. Di bawah naungan ayat-ayat Allah, para murid bersimpuh di hadapan orang tua masing-masing untuk memohon doa restu menghadapi ujian akhir dan masa depan.
Momen Paling Menyentuh
Di sudut barisan depan, nampak murid-murid yang tak kuasa menahan isak tangisnya saat bersimpuh di ibu dan ayah mereka. Dengan suara bergetar, beberapa murid membisikkan kata maaf dan permintaan doa agar diberikan kemudahan dalam menempuh ujian kelas 12 yang tinggal menghitung hari. Sang ibu pun tak kuasa menahan air mata, sembari membelai kepala anaknya dan memberikan pelukan erat yang seolah menyalurkan seluruh kekuatan jiwa. Momen serupa terjadi di seluruh penjuru ruangan; hampir tidak ada mata yang kering saat itu.

Persiapan Spiritual Jelang Ujian
Kepala SMA Islam Al Azhar 17 Karawang, Bapak Hermanto Daifu, S. Pd., MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan kelulusan.
- Ibadah & Ilmu: Sekolah ingin menyeimbangkan antara persiapan materi pelajaran dengan kekuatan spiritual.
- Restu Orang Tua: Keberhasilan seorang anak sangat bergantung pada rida orang tua.
- Mental yang Kuat: Dengan Al-Quran di hati, murid diharapkan lebih tenang dan percaya diri menghadapi soal-soal ujian.
Lebih dari Sekadar Kelulusan
Acara ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Khatmul Quran ini menjadi simbol bahwa setelah tiga tahun menimba ilmu, para murid kini dikembalikan sejenak ke pelukan orang tua untuk membasuh jiwa sebelum bertarung di medan ujian dan seleksi masuk perguruan tinggi. Salah satu wali murid mengungkapkan rasa bangganya. “Melihat anak saya mengkhatamkan Al-Quran saja sudah membuat saya bangga, apalagi melihatnya menyadari bahwa doa orang tua adalah kunci. Kami pulang dengan hati yang lebih tenang,” ujarnya. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Zen, mendoakan agar seluruh siswa kelas 12 diberikan kelancaran, kelulusan yang berkah, dan masa depan yang gemilang.

Tonton cerita inspiratif disini: https://youtu.be/tiTSXqGOg1U
Baca berita lainnya disini: https://smaia17.al-azhar.sch.id/lebih-dari-sekadar-menginap-jambore-ekskul-jadi-wadah-peleburan-kreativitas-dan-solidaritas/

