
Karawang – Murid SMA Islam Al Azhar 17 Karawang yang mewakili berbagai unit kegiatan memenuhi ruang aula. dalam perhelatan Jambore Ekstrakurikuler (Ekskul) 2026 yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 30-31 Januari 2026. Acara tahunan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan, tetapi juga bertransformasi menjadi laboratorium kepemimpinan dan ruang kolaborasi lintas disiplin yang nyata bagi para pelajar.
Memecah Sekat, Membangun Jembatan
Selama ini, setiap organisasi ekstrakurikuler seringkali berjalan di jalurnya masing-masing. Namun, Jambore kali ini membawa misi berbeda: Integrasi .
“Tantangan terbesar anak muda saat ini bukanlah kekurangan talenta, melainkan bagaimana menyatukan talenta-talenta yang berbeda untuk satu tujuan besar,” ujar Bapak Sugih Nugraha Jatnika, S.Pd, Gr. selaku Pembina Ekstrakulikuler. “Di Jambore ini, ego sektoral antar ekskul kita lebur. Mereka belajar bahwa sebuah sekolah hanya akan hebat jika semua elemennya bergerak bersama.”
Rangkaian Agenda: Dari Fisik Hingga Logika
Jambore dimulai dengan Jelajah seru untuk sebuah kompetisi berbasis pos yang memaksa peserta menggunakan kombinasi kekuatan fisik dan kecerdasan logika. Tidak hanya jelajar, setiap pos diselipi fun game yang seru dan mengasah logika.
Malam harinya, suasana berubah menjadi magis dalam acara “Malam Ekspresi “ . Panggung yang dibangun untuk menampilkan kolaborasi dari masing-masing ekskul.
Momen Haru di Malam Api Unggun
Acara Puncak ditandai dengan penyulutan api unggun sebagai simbol semangat yang tak datang padam. Dalam momen refleksi tersebut, perwakilan tiap ekskul maju untuk menyampaikan resolusi bersama. Suasana haru berkemah di lapangan saat ketua organisasi saling bertukar atribut sebagai simbol persaudaraan.
Beberapa peserta mengaku bahwa pengalaman ini berubah. “Dulu saya pikir anak ekskul olahraga itu cuma tahu fisik saja, ternyata mereka juga punya pemikiran strategi yang keren,” ujarnya sambil tersenyum.
Investasi Masa Depan
Jambore Ekskul 2026 ditutup dengan pelantikan peresmian ketua ekskul sebagai bentuk tanggung jawab terhadap ekskulnya masing-masing. Panitia berharap, sepulangnya dari acara jambore ini, para murid membawa pulang semangat kolaborasi ini ke ruang-ruang kelas.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak harus selalu kaku di dalam ruangan. Melalui interaksi sosial yang sehat, tantangan alam, dan ruang berekspresi yang merdeka, pelajar Indonesia siap tumbuh menjadi individu yang tangguh, toleran, dan inovatif.
Tonton keseruan cerita Jambore ekskul di link berikut: https://www.instagram.com/reel/DUNAtruEqgk/?igsh=MWp0YmwzbmQ1N2g1dQ==
Baca juga berita lainnya di sini: https://smaia17.al-azhar.sch.id/menyusuri-jejak-sejarah-nusantara-kunjungan-edukatif-ke-candi-bernilai-budaya-tinggi/

